Riyo mengaku, bagian tersulit yang mereka hadapi saat merakit badan ambulans karena butuh waktu hingga tiga minggu. Sementara perakitan mesin dan lainnya tidak menemui kendala apapun.
“Kami harus membuat badan motor ambulans kokoh, kuat dan presisi walaupun prosesnya serba manual,” kata Riyo.
Meski sekilas motor ambulans tersebut mirip becak motor, badan ambulans memiliki dimensi panjang 2 meter dan lebar 1 meter. Motor ambulans mampu menampung 1 kasur ukuran tubuh orang dewasa. Kemudian, kipas angin, tabung oksigen, tabung gas kebakaran, kotak P3K, sirene, alat komunikasi, tandu, dan kotak sampah.
“Ambulans motor ini berkapasitas tiga orang. Jadi satu orang mengemudikan motor, satu orang korban dan satu orang penjaga di dalam,” ujar Riyo.
Sementara Kepala SMKN Sumsel Rafli mengatakan, motor ambulans karya siswanya itu dikerjakan oleh siswa dari empat jurusan, yakni teknik permesinan, teknik kendaraan ringan, teknik mekatronika dan teknik listrik. Proses pembuatan dilakukan bergantian oleh para siswa.