Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Bertambah, Calon Manajer Kopdes-Kampung Nelayan Meninggal saat Latihan Militer Jadi 3 Orang
Advertisement . Scroll to see content

Dua Calon Manajer Kopdes Meninggal saat Latihan Dasar Militer, Kemhan Evaluasi Total Program 

Kamis, 25 Juni 2026 - 07:45:00 WIB
Dua Calon Manajer Kopdes Meninggal saat Latihan Dasar Militer, Kemhan Evaluasi Total Program 
Kementerian Pertahanan (Kemnhan) menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya dua peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia Tahun 2026. Foto: iNews TV
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Kementerian Pertahanan (Kemnhan) menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya dua peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia Tahun 2026.

Kedua korban, yang merupakan calon pengelola Koperasi Desa Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih, mengembuskan napas terakhir akibat gangguan kesehatan saat mengikuti Latihan Dasar Militer di satuan pendidikan TNI. Menyusul tragedi ini, Kemhan menegaskan bahwa keselamatan peserta adalah prioritas utama dan siap melakukan evaluasi total terhadap pelaksanaan program.

Peserta pertama yang meninggal dunia adalah Anisa Muyassaroh, yang tengah mengikuti pendidikan di Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman, Balikpapan. Almarhumah mengalami penurunan kondisi fisik pada 18 Juni 2026 dan sempat mendapatkan penanganan medis sebelum dirujuk ke rumah sakit. Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, Anisa dinyatakan wafat akibat sengatan panas ekstrem (heat stroke).

Sementara itu, peserta kedua bernama Yonanda Muhammad Taufiq, yang menempuh pendidikan di Satdik Puslatpur Kodiklatad, Baturaja. Yonanda mengalami pemburukan kesehatan pada 17 Juni 2026, dan setelah dilarikan ke rumah sakit, ia dinyatakan meninggal dunia akibat henti jantung (cardiac arrest). Kemhan menegaskan bahwa sebelum program dimulai, kedua peserta sebenarnya sudah dinyatakan lolos seluruh tahapan seleksi, termasuk pemeriksaan kesehatan resmi.

Saat ini, Kementerian Pertahanan bersama TNI telah memberikan pendampingan penuh kepada keluarga kedua korban untuk memastikan seluruh proses penanganan berjalan sesuai prosedur. Di sisi lain, Kemhan bersama Panitia Seleksi Nasional kini tengah melakukan peninjauan ulang yang mencakup ketatnya seleksi kesehatan, pengawasan medis di lapangan, hingga sistem komunikasi darurat agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

Editor: Vitrianda Hilba Siregar

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut