"Yang biasa beli telur satu karpet, karena harga naik konsumen jadinya beli setengah karpet, omset kita turun 10 sampai 20 persen," kata dia,
Tak hanya pemilik agen telur, pedagang makanan di Kota Lubuklinggau mengeluh atas kenaikan harga telur ini.
Salah satunya Sum, dia mengaku keberatan dengan harga telur bisa mencapai Rp48.000 sampai Rp50.000 per satu karpetnya.
"Seumur hidup saya berjualan, baru kali ini telur ayam harganya naik selangit, bikin pusing," kata Sum.
Dengan kondisi seperti itu, kata Sum, dirinya terpaksa menaikkan harga makanan yang dijual.
"Mau gimana lagi harga telur naik, kalau nggak naikkan harga makanan saya tak dapat untung," kata dia.