"Saya gak tahu penyebab harga naik. Yang jelas agen distributor di Kabupaten OKU mematok harga tinggi, jadi kami pedagang menyesuaikan harganya agar tidak rugi," kata Ana.
Sementara itu, Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Provinsi Sumsel sebelumnya mengeluhkan harga beli gula kemasan pada distributor melewati Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sehingga membuat peritel kini enggan menjual produk tersebut di wilayah Sumsel.
Ketua Aprindo Sumsel, Hasannuri mengatakan bahwa kondisi ini membuat lebih dari separuh total jaringan ritel di daerah itu tidak menjual gula ke konsumen.
"Hingga kini pemerintah belum meninjau HET, sementara harga gula ini naik terus. Anggota Aprindo merasa tidak mendatangkan hasil, sehingga untuk sementara tidak jual gula," katanya.