Cegah Stunting di Palembang, Petugas Datangi Rumah-Ruma Warga

Antara
Plt Kepala Dinkes Kota Palembang Fauziah. (Foto: Ist)

Fauziah mengungkapkan jemput bola itu harus dilaksanakan karena pihaknya menargetkan prevalansi kasus kekerdilan di Palembang tidak lebih dari 13 persen, karena pada 2020 sebenarnya Palembang sudah mampu menekan prevalansi hingga 7,5 persen atau jauh di bawah nasional.

Namun, prevelansi berpotensi meningkat jika program intervensi tidak berjalan dengan baik, sehingga Dinkes Palembang juga menambah lokasi khusus intervensi dari 10 kelurahan pada 2020 menjadi 30 kelurahan pada 2021.

"Ada dua prioritas intervensi yang kami jalankan, pertama yang sifatnya spesifik dan kedua yang sifatnya sensitif," kata dia.

Intervensi spesifik dilaksanakan dari sisi kesehatan mulai dari pemantauan kondisi ibu hamil dan remaja puteri, sedangkan intervensi sensitif dilaksanakan dengan menggandeng berbagai pihak terkait pengawasan perilaku hingga keterpenuhan akses sanitasi.

"Kekerdilan tidak muncul tiba-tiba, tapi muncul dalam jangka waktu panjang dan bisa diketahui dari sejak bayi," kata Fauziah.

Editor : Berli Zulkanedi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Mulai 1 Juni, Jembatan Keramasan Lama Palembang Ditutup untuk Perbaikan

57 tahun lalu

Polisi Kejar Sopir Bus Usai Kecelakaan di Jalintim Palembang-Jambi yang Tewaskan 4 Orang

57 tahun lalu

Tekan Kasus KDRT, WCC Palembang Libatkan Kaum Milenial

57 tahun lalu

Bus AKAP Terguling di Jalintim Palembang - Jambi, 4 Penumpang Perempuan Tewas di Tempat

57 tahun lalu

Pemilik Lahan Flyover Sekip Palembang Mulai Terima Ganti Rugi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal