Antisipasi Karhutla, 7 Bupati Diminta Pantau Lahan Tidak Produktif dan Terbengkalai

Antara
Tujuh kabupaten di Sumsel rawan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). (Foto: Ilustrasi/Fitriadi)

PALEMBANG, iNews.id - Pemerintah kabupaten dan kota diminta segera membentuk pos komando siaga kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Gubernur SumselHerman Deru mengatakan, pos komando disiapsiagakan di titik-titik rawan karhutla yang tersebar di masing-masing daerah, termasuk di antaranya kawasan tidak produktif atau terbengkalai.

“Pembentukan pos komando sebagai bentuk antisipasi karhutla yang sudah saya tanda tangani hari ini,” kata Herman Deru, Jumat (27/5/2022).

Berdasarkan hasil evaluasi lintas sektoral dengan pihak terkait lain ditemukan bahwa sebagian besar kasus karhutla Sumsel itu terjadi di kawasan tidak produktif dan terbengkalai, sehingga perlu diawasi.

“Untuk karhutla saat ini, saya belum dapat laporan, tapi antisipasi tetap perlu dioptimalkan seperti yang sudah kami lakukan setiap tahunnya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, petugas di pos komando yang disiagakan juga ditugaskan untuk menginventarisir jumlah lahan yang berpotensi terbakar selama musim kemarau yang sudah mulai berlangsung ini.

Editor : Berli Zulkanedi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Karhutla di Sumsel Meningkat, Ratusan Hektare Hutan dan Lahan Terbakar

57 tahun lalu

Peringatan Dini BMKG, 20 Kabupaten Kota di NTT Diminta Waspada Karhutla

57 tahun lalu

7 Kabupatan Rawan Karhutla, Sumsel Ajukan 8 Helikopter ke Pusat

57 tahun lalu

BMKG : 8 Kabupaten dan Kota di NTT Rawan Karhutla

57 tahun lalu

Antisipasi Karhutla, Kapolri Akan Copot Kapolda jika Hutannya Terbakar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal