Menanggulangi kasus kematian tersebut pihaknya akan menggencarkan impelemtasi 3T (testing dan tracking dan treatment) dan memaksimalkan skema vaksinasi.
Dalam satu harinya Sumsel melalui Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) mampu melakukan pengecekan sample (testing) hingga 7.000-9.000 sampel yang menggunakan tes usap antigen dan 1.000 sampel tes PCR.
“Di sisi lain testing ini jugalah yang membuat angka positif Covid-19 di Sumsel mengalami kenaikan. Karena kesadaran masyarakat kian bertambah untuk mendeteksi terpapar atau tidaknya Covid-19,” katanya.
Sementara itu angka kasus konfirmasi positif Covid-19 terus mengalami peningkatan, tercatat secara fluktuatif per Jumat ada sebanyak 786 kasus dari 17 kabupaten/ kota terkonfirmasi positif, 10.319 kasus konfirmasi aktif proses perawatan, 673 kasus suspek dalam proses, 3.120 kontak erat dalam proses.
Dari 17 kabupaten kota, ada 13 zona merah atau risiko tinggi meliputi Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Lahat, Banyuasin, Ogan Komering Ilir, Muara Enim, OKU Timur, Ogan Ilir, OKU Selatan, Musi Rawas, serta Kota Pagaralam, Palembang, Lubuklinggau, dan Prabumulih.
Sedangkan empat daerah yang berada di zona oranye yakni Kabupaten Empat Lawang, Musi Rawas Utara, Musi Banyuasin, dan Penukal Abab Lematang Ilir.