Saat ini, selain menyiagakan petugas puskesmas, Dinkes Solok Selatan juga telah mendirikan tiga posko kesehatan untuk penanganan warga yang menjadi korban gempa bumi. Posko ini berlokasi di Sei Kunyit, Talunan dan Sangir Jujuan.
"Posko ini untuk menangani korban yang luka ringan. Untuk persediaan obat-obatan cukup," ucapnya.
Diketahui, Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sedikitnya ada 101 rumah rusak. Daerah yang mengalami kerusakan tersebar di empat nagari di Kecamatan Sangir Balai Janggo dan Sangir Batanghari.
Di wilayah Kecamatan Sangir Balai Janggo meliputi 30 rumah rusak sedang di Nagari Talunan Maju. Kemudian satu rumah rusak berat dan 30 rusak sedang serta ringan di Nagari Sungai Kunyit Barat. Lalu empat rumah rusak berat dan enam rusak sedang di Nagari Sungai Kunyit. Sementara di Kecamatan Sangir Batanghari, 30 rumah rusak sedang dan ringan di Nagari Ranah Pantai Cermin.
Hingga saat ini, BPBD Kabupaten Solok Selatan masih melakukan pendataan atas berbagai kerusakan akibat gempat itu. Selain itu, tenda telah didirikan untuk kebutuhan logistik para pengungsi. Dampak gempa tidak besar sehingga diperkirakan kerusakan tidak luas.
Wilayah Solok Selatan diguncang dua kali gempa pada Kamis (28/2/2019). Gempa pertama terjadi pukul 01.55 WIB dengan kekuatan 4,8 SR dan 5,6 SR yang dimutakhirkan menjadi 5,3 SR pukul 06.27 WIB, yang awalnya sempat diberitakan terjadi di Pasaman.