Alvian mengatakan, jika operator di RS Rafflesia banyak yang menjalani isolasi mandiri karena covid-19. Namun pihak keluarga menolak. Sehingga pihak keluarga memilih mencari rumah sakit lainnya di Kota Bengkulu.
Direktur RSUD HD Kota Bengkulu, Lista Cerlyviera menjelaskan, tidak benar terjadi penolakan pasien ibu hamil.
"Buka ditolak itu. Itu pasti pasiennya penuh, karena rumah sakit utama yang merawat pasien covid ini ditunjuk oleh Dinas Kesehatan atau Provinsi Bengkulu,” katanya.
RSUD Harapan dan Doa, kata Lista, siap melayani pasien dengan konsekuensinya bersama-sama bersinergi dengan rumah sakit yang ada di Provinsi Bengkulu, khusunya di Kota Bengkulu.
"Jadi, kalau rumah sakit itu penuh, maka kita carikan rumah sakit yang belum penuh. Utamanya kita pasti layani. Jadi kalimat yang menolak itu saya kira salah besar," kata Lista.