“Contoh di Kota Sawahlunto, ada yang datang dari Kalimantan. Sekarang sudah merebak dan terkonfirmasi lebih dari enam orang positif. Masih ada kemungkinan bertambah. Sebab, proses tracking dan tracing masih dilakukan," katanya.
Jasman menambahkan, gubernur telah mewanti-wanti, siapa pun yang masuk Sumbar, baik itu lewat darat, udara maupun laut harus tes PCR.
“Kenapa PCR, karena kita tahu keakuratannya hampir 99 persen, lebih dari rapid. Kita tak ingin lagi terjadi seperti dulu. Ada yang masuk lewat Bandara Internasional Minangkabau, katanya sudah lolos rapid. Ternyata saat kita PCR, hasilnya positif," katanya.
Gubernur Sumbar telah mengambil kebijakan PCR, tanpa biaya alias gratis. Jasman juga menekankan untuk istilah gelombang satu, dua dan tiga, tak ada terminologi tersebut.
“Buat masyarakat, tak ada istilah gelombang satu, dua atau tiga. Saya sudah berkoordinasi dengan pakar epidemiologi, tak ada istilah itu,” katanya.
Kondisi terakhir positif Covid-19 di Sumbar per Selasa (4/8/2020), jumlah terpapar mencapai 987, setelah terjadi penambahan sebanyak 14 orang.
“Empat belas yang positif rata-rata dari luar. Seperti satu keluarga di Kabupaten Agam yang kena setelah balik dari Bengkulu. Makanya, ini yang perlu diwaspadai, penyebaran dari luar daerah,” katanya.