"Apalagi sebelumnya ada Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Jadi masih banyak warga yang takut keluar rumah apalagi ke pasar," kata dia.
Selain belanjaan para ibu rumah tangga, usaha rumah makan dan restoran yang selama ini menjadi pembeli paling banyak juga belum banyak yang membuka usahanya.
Kalau pun sudah buka mereka masih mengurangi porsi belanjaan yang akan mereka jual, sehingga kebutuhan sayur dan cabai pun dikurangi yang menyebabkan pedagang cabai merasakan dampaknya.
Anto memperkirakan penurunan daya beli masyarakat saat ini mencapai 70 persen meskipun sudah memasuki era normal baru.
Sementara itu, Kepala Bidang Pasar Dinas Koperasi Perdagangan dan UKM Kota Solok Asrul mengatakan, pihaknya sudah mendengar keluhan para pedagang terkait turunnya daya beli masyarakat.
Hal ini tak lepas dari kondisi sekarang, pemerintah juga hanya bisa mengikuti alur yang terjadi dan melakukan operasi pasar jika satu komoditi tertentu naik terlalu tinggi.
“Turunnya pengunjung pasar beberapa waktu lalu juga disebabkan pengunjung dan pedagang harus mengikuti aturan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 untuk bertransaksi di dalam pasar,” katanya.