“Sudah kita bius mau dievakuasi ke kebun binatang Bukittinggi, kita lihat dulu observasi selama sepekan sampai kondisinya pulih, apa kita harus amputasi atau tidak, mudah-mudahan tidak sampai diamputasi,” kata dia.
Sementara itu, salah seorang warga setempat bernama Zul mengatakan, perangkat jerat babi yang dipasang berupa jarek palantiag. Jebakan itu dipasang sejak dua hari yang lalu.
“Saya tahu pas melihat perangkap babi ternyata di dalam perangkap itu ada kucing emas, perangkap dipasang sudah dua hari,” kata Zul.
Kepala BKSDA Bukittinggi Vera Chiko mengatakan, satwa sangat langka ini diduga masuk jerat saat hendak minum ke aliran sungai.
“Mungkin hendak minum ke aliran sungai yang berada tak jauh di bawah lokasi jerat babi dipasang,” kata dia.
Setelah dievakuasi, kata Vera, kucing emas ini dibawa ke kebun binatang Bukittinggi untuk diobati. Jika luka pada kaki dan bagian lainnya sembuh maka akan dilepas lagi.
“Kalau sudah sembuh akan dilepas ke habitatnya,” kata dia.