Dokter Spesialis di RSUD Pasaman Barat Bakal Mogok Kerja sampai Insentif Dibayar

Antara
Aktivitas di RSUD Pasaman Barat terlihat sepi karena adanya aksi mogok kerja dari dokter spesialis pada Selasa (22/11/2022). (Foto: Antara)

SIMPANG EMPAT, iNews.id - Puluhan dokter spesialis di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) akan tetap mogok kerja. Aksi ini akan berlangsung sampai pihak manajemen rumah sakit membayarkan insentif mereka.

"Persoalan ini sudah lama dan berlarut-larut. Berbagai upaya telah kami lakukan, namun tidak juga dikabulkan," kata perwakilan dokter spesialis RSUD Pasaman Barat dokter Okta di Simpang Empat, Selasa (22/11/2022).

Menurutnya selama ini jasa layanan atau istilahnya P2 tidak sepenuhnya dibayarkan oleh RSUD. Maksimal yang pernah dibayarkan maksimal hanya 30 persen.

Kemudian insentif atau istilahnya P1 dan P3 dibayarkan APBD berupa insentif berdasarkan tunjangan kelangkaan profesi selama empat tahun tidak pernah dibayarkan.

"Selain itu bertambahnya Tenaga Harian Lepas (THL) di RSUD mengakibatkan tidak efisien dan tidak sesuai standar Rumah Sakit Tipe C," katanya.

Padahal, katanya, dokter spesialis memiliki keahlian khusus dengan melayani pasien 24 jam selama tujuh hari pada rumah sakit lain menerima insentif sedangkan di Pasaman Barat tidak pernah.

"Adapun remunerasi yang diterima selama ini pun tidak penuh karena terlalu banyak yang menerima atau pembagiannya banyak," katanya.

Sebelum mogok kerja, pihaknya telah melakukan berbagai upaya baik pertemuan dengan Sekretaris Daerah, DPRD Pasaman Barat, Inspektorat, Dewan Pengawas RSUD dan lainnya pada prinsipnya setuju ada intensif.

Selain itu juga telah melakukan pembelajaran atau studi tiru ke sejumlah RSUD di Sumbar seperti RSUD Lubuk Sikaping Pasaman dan RSUD Padang Panjang dimana mereka masih membayarkan insentif dan TPP.

"Puncaknya beberapa hari yang lalu di mana awalnya disetujui akan ada insentif di anggaran perubahan, namun tidak ada juga. Makanya kami melakukan aksi mogok dengan memberitahu ke manajemen rumah sakit," ujarnya.

Sementara itu Direktur RSUD Pasaman Barat Yandri menyayangkan terjadinya aksi mogok kerja itu. Pihaknya akan mencarikan solusinya agar pelayanan tetap ada nantinya.

"Untuk pelayanan secara umum tetap jalan. Kita berharap dokter spesialis dapat kembali memberikan pelayanan sembari menunggu proses masalah insentif itu," katanya.

Editor : Nani Suherni
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Bolos 5 Bulan, 2 Dokter Spesialis RSUD Sejiran Setason Dipecat Bupati Bangka Barat

57 tahun lalu

Bocah Disiksa hingga Kaki Patah di Nias Selatan Hari Ini Diperiksa Dokter Spesialis Bedah

57 tahun lalu

Dokter Forensik Jelaskan Titik Luka-Luka Mahasiswi UPI yang Ditemukan Tewas Mengenaskan

57 tahun lalu

Dokter Spesialis di Parepare Diduga Dilecehkan Sekuriti Rumah Sakit, Minta Pelaku Dipecat

57 tahun lalu

Kisah Aulia Ayub Lulusan Termuda Dokter Spesialis di UGM pada Usia 27 Tahun, Raih IPK 4,00

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal