Mari kita bahas tafsir dari doa kedua yang diriwayatkan oleh sahabat Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu. Dalam doa ini terdapat beberapa ungkapan yang indah dan menarik untuk kita telaah lebih dalam maknanya.
Pada bagian awal, kita membaca:
اللَّهُمَّ إِني أَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ ، وَبِـمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوبَـتِكَ
"Allahumma inni a'udzu bi ridhoka min sakhotika, wa bi mu'afatika min 'uqubatika"
“Ya Allah, aku berlindung dengan ridha-Mu dari kemurkaan-Mu, aku berlindung dengan maaf-Mu dari hukuman-Mu..”
Dalam doa ini, kita melakukan tawassul, yang merupakan salah satu bentuk tawassul yang disyariatkan. Tawassul ini dilakukan dengan menyebutkan sifat-sifat Allah sebagai pengantar untuk doa yang kita panjatkan.