Suatu hari, Datuk Limbatang datang ke rumah Bujang Sembilan untuk menyampaikan niat Giran meminang Siti Rasani. Namun, Kukuban menolak dengan tegas pinangan tersebut karena masih merasa dendam dengan Giran.
Hal itu membuat Siti Rasani dan Giran sedih dan memutuskan untuk berdiskusi di pinggir sungai mencari solusi agar mereka bisa menikah.
Sayangnya, setelah berdiskusi mereka tidak juga bisa menemukan jalan keluar dan pada akhirnya Siti Rasani memutuskan untuk pulang ke rumah.
Baru akan beranjak dari duduknya, tanaman berduri merobek pakaian yang dia kenakan, pahanya pun terluka. Dengan sigap Giran segera mencari tanaman obat untuk mengobati kaki kekasihnya.
Tiba-tiba di waktu bersamaan, datang Bujang Sembilan bersama warga dengan penuh amarah karena menuduh mereka melakukan hal yang melampaui batas norma dalam masyarakat.