Kemudian, sidang adat pun dilakukan untuk menentukan nasib keduanya. Namun, Bujang Sembilan terus memojokkan keduanya.
Pembelaan yang dilakukan oleh Siti Rasani dan Giran tidak didengar dan hukuman diberikan kepada keduanya dengan alasan supaya kampung mereka terhindar dari malapetaka.
Dari tuduhan yang dilontarkan tersebut, Siti Rasani dan Giran melakukan sumpah. Keduanya akan melompat ke dalam kawah Gunung Tinjau untuk membuktikan kesucian diri mereka.
Sebelum keduanya melompat ke dalam kawah, mereka berkata dengan lantang. Jika mereka bersalah atas tuduhan yang dilontarkan maka gunung tersebut tidak akan meletus. Namun, apabila mereka berdua tidak bersalah maka gunung tersebut akan meletus.
Selang beberapa saat, Gunung Tinjau tersebut meletus dengan sangat keras. Lahar panas menyembur keluar dari dalam kawah menuju ke perkampungan dan menghancurkan semua yang dilewatinya.