Dia menduga, para korban nekat menambang karena tak mempunyai penghasilan akibat pandemi corona. Masyarakat Sangir Batanghari ini sebagai besar petani komoditas ekspor seperti sawit, pinang, karet yang harganya saat ini anjlok.
"Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka menambang secara tradisional di Jorong Talakiak yang terdapat banyak bekas tambang emas Belanda," katanya.
Dia memastikan penambangan yang dilakukan para korban yang tertimbun itu memakai cara tradisional, karena dari sembilan korban tersebut satu di antaranya perempuan yang ikut mendulang.
"Kalau memang menggunakan alat berat gak mungkin ada perempuan di dalam tambang," kata dia.