Nah, sekadar diketahui, pada zaman dahulu, rumah adat Walewangko ini tidak hanya dihuni oleh satu keluarga saja. Sebab biasanya dalam rumah tersebut terdapat enam hingga sembilan keluarga yang tinggal secara bersama-sama.
Menariknya, setiap keluarga memiliki kepala keluarganya tersendiri dan mengurus urusan rumah tangganya masing-masing. Mereka pun bisa hidup rukun dalam satu rumah.
Sifat kekeluargaan dan persaudaraan suku Minahasa ini membuat masyarakatnya tidak masalah hidup bersama-sama dalam satu rumah.
Rumah adat Minahasa bernama Walewangko itu terbagi atas beberapa bagian. Bagian utama rumah yakni bagian depan. Kemudian teras atau sekay, tidak berdinding dan cukup luas untuk bisa berkegiatan.
Namun bagi bangsawan atau tokoh adat, biasanya bagian depan dijadikan sebagai tempat untuk membahas kegiatan adat atau memberikan maklumat kepada warganya.