"Salah satu penyebabnya kemungkinan sudah mulai mereda nya COVID-19, sehingga masyarakat lebih banyak yang datang langsung," kata dia.
Dari 85 laporan, 51 persen diantaranya disampaikan dengan datang langsung ke Kantor Ombudsman Perwakilan Gorontalo. Kemudian disusul dengan laporan melalui telepon 28 persen dan aplikasi pesan singkat 12 persen.
"Sebagian besar masyarakat memilih melapor secara langsung dibandingkan lewat telepon, WA ataupun melalui media sosial," ujar Alim.
Ia mengungkapkan, lima besar substansi yang terbanyak dilaporkan hingga saat ini adalah Pendidikan dan Kepegawaian dengan 12 laporan, Agraria, Pedesaan dan Perbankan dengan 11 laporan.
Kemudian disusul dengan kepolisian sembilan laporan dan peradilan empat laporan.
Sedangkan terlapor terbanyak berasal dari Kota Gorontalo dengan 29 laporan, disusul dengan Kabupaten Gorontalo yakni 28 laporan dan jumlah paling sedikit berasal dari dua Kabupaten terjauh, yakni Kabupaten Boalemo dan Pohuwato dengan masing masing tiga laporan.