Peninggalan Budaya Suku Minahasa Bernama Waruga, Rumah Tempat Raga Kembali ke Surga

Cahya Sumirat
Peninggalan budaya suku Minahasa yang masuk sebagai cagar budaya salah satunya Kompleks Waruga Sawangan yang berada di Kabupaten Minahasa Utara. (Foto: Kemdikbud)

Tetapi umur waruga ini tidak dapat dipastikan, karena bangsa Minahasa pada saat itu belum mengenal tulisan. Meski demikian berdasarkan berbagai sumber, waruga telah ada sebelum zaman Kristenisasi atau sebelum abad 16 Masehi.

Peninggalan budaya suku Minahasa bernama waruga ini, pertama muncul di daerah bukit Kelewer, Treman dan Tumaluntung Kabupaten Minahasa Utara (Minut) dan terus berkembang di berbagai daerah di Sulut hingga awal abad 20 Masehi.

Dalam catatan lain, waruga yang menjadi sarana pemakaman dari masa megalitikum ini kemungkinan besar digunakan hanya sampai abad 19. Hal ini disebabkan sekitar tahun 1860 pemerintah Hindia Belanda melarang penggunaan waruga.

Orang-orang suku Minahasa menggunakan waruga sebagai sarana pemakaman dengan menempatkan jenazah seperti posisi bayi saat dalam rahim ibu.

Kemudian, jenazah yang telah ditempatkan pada waruga dihadapkan ke arah utara sebagai tanda bahwa para leluhur orang Minahasa berasal dari utara.

Editor : Cahya Sumirat
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Temuan Kubur Lempeng Batu Prasejarah di Bondowoso Dirusak Orang, Sejumlah Barang Dicuri

57 tahun lalu

Gedung Yayasan Pusat Kebudayaan di Bandung Ambruk, 3 Orang Terluka

57 tahun lalu

Jejak Sejarah Benteng Marlborough di Bengkulu, Arsitektur Unik Gaya Eropa dan Lokal

57 tahun lalu

Penjarahan Benda-benda Kuno di Sungai Batanghari Jambi Tak Terbendung

57 tahun lalu

Sejarah Masjid Menara Kudus, Warisan Cagar Budaya Islam Indonesia di Jawa Tengah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal