Masyarakat Sebaiknya Tidak Kunjungi Negara Terjangkit Virus Marburg, Kenapa?

Antara
Ilustrasi bepergian (Pixabay)

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 13 Maret lalu menerima laporan kasus penyakit Marburg dari Guinea Ekuatorial. Mereka mencatat terdapat sembilan kematian dan 16 kasus suspek yang dilaporkan di Provinsi Kie Ntem.

Gejala yang dialami pasien berupa demam, kelelahan, muntah berdarah dan diare. Kementerian Kesehatan menyatakan gejala ini mirip dengan penyakit lain seperti malaria, tifus dan demam berdarah sehingga menyebabkan penyakit Marburg sulit diidentifikasi.

Gejala penyakit virus Marburg dapat muncul secara tiba-tiba, dengan demam tinggi, sakit kepala parah, malaise parah, dan nyeri otot. Pada hari ketiga, seseorang dapat mengalami diare berair yang parah, nyeri perut, kram, mual dan muntah dengan diare yang dapat bertahan selama seminggu.

Selain itu, pada fase ini seseorang dapat terlihat memiliki mata cekung. Pada dua hingga tujuh hari setelah awal gejala, ruam yang tidak gatal dapat timbul.

Gejala berat berupa perdarahan dapat terjadi pada hari kelima hingga ketujuh, dan pada kasus fatal perdarahan terjadi di beberapa area. Perdarahan dapat terjadi di hidung, gusi, dan vagina serta dapat keluar melalui muntah dan pada feses.

Editor : Cahya Sumirat
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Lansia di Pekanbaru Ternyata Tewas Dibunuh Menantu Perempuan, Ini Motifnya

57 tahun lalu

Pembunuhan Lansia di Magelang Terungkap, Korban Dicekik Tetangga gegara Uang

57 tahun lalu

5 Kultum Singkat tentang Kematian yang Penuh dengan Makna

57 tahun lalu

Cara Mencegah Bunuh Diri di Kalangan Mahasiswa, Jangan Biarkan Kesepian

57 tahun lalu

DBD dan Malaria Mewabah di Nias Selatan, Data BNPB 8 Pasien Meninggal

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal