Sementara itu, deflasi yang terjadi di Kotamobagu didorong penurunan harga kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan dengan andil deflasi 0,06 persen (mtm). Disusul oleh kelompok pakaian dan alas kaki dengan andil deflasi 0,04 persen (mtm).
Komoditas telepon seluler merupakan satu-satunya kontributor deflasi pada kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan dengan andil 0,06 persen (mtm). Sementara gaun/terusan perempuan menjadi penyumbang deflasi kelompok pakaian dan alas kaki dengan andil sebesar 0,03 persen (mtm).
Penurunan harga pada kedua kelompok tersebut merupakan normalisasi harga dari bulan sebelumnya seiring terbatasnya permintaan dengan adanya kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat.
Namun berbeda dengan Manado, kelompok makanan, minuman dan tembakau di Kotamobagu tercatat masih mengalami inflasi terbatas dengan andil sebesar 0,02 persen (mtm). Komoditas bawang merah di Kotamobagu tercatat mengalami inflasi tertinggi sejak awal tahun dan memberikan andil inflasi sebesar 0,20 persen (mtm).
"Meski demikian, sebagaimana di Manado, beberapa komoditas di antaranya rica dan daging ayam ras mengalami deflasi dan menahan inflasi pada kelompok ini," ucap Arbonas.