Koordinator UMKM bidang Kriya di Sulut Tjahyani mengatakan Sulut adalah daerah pariwisata jadi bagi teman-teman UKM kerajinan yang utama untuk kebutuhan wisatawan baik mancanegara maupun domestik.
"Di masa Covid-19 ini, benar-benar wisata kita mati, Turis lokal dan mancanegara tidak ada, sehingga pendapatan turun hingga 90 persen," kata Tjahyani.
Namun, katanya, walaupun diterpa Covid-19, UMKM di Sulut sangat luar biasa, tidak terlena dengan keadaan, cepat-cepat berinovasi.
"Seperti saya pengrajin sisik ikan, kemudian saya banting stir buat masker. Covid-19 Ini adalah peperangan kita harus berjuang agar kita harus menang, Tapi kalau kita menyerah kita akan kalah,' jelasnya.
UMKM sangat berterima kasih kepada pemerintah, karena mendapatkan bantuan contohnya dari Dinas Koperasi Provinsi membeli produk seharga Rp 7 juta per UMKM, dari Disperindag diberikan bantuan bahan baku juga dari Dinas Pariwisata memberikan bantuan donasi dan juga membeli produk.
"Yang luar biasa bantuan dari perbankan dimana kita diberi relaksasi produk salah satunya adalah kita bisa mendaftar KUR di bank, karena saat ini ada bantuan tanpa ada jaminan yang penting punya usaha," jelasnya.
Kegiatan ini, dimeriahkan oleh Sanggar Tumou tou, Tari Kabasaran, Sanggar kesenian kolintang, Masamper dan Sanggar Tari kesenian Manado Tari Mangael Tari Tetengkoren.