Air Bersih dan Sampah Ancam Wisata KLU, Legislator Perindo Desak Pembenahan Tiga Gili
LOMBOK UTARA, iNews.id - PariwisataGili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air (Tiga Gili) di Kabupaten Lombok Utara (KLU) Nusa Tenggara Barat (NTB) menghadapi ancaman serius akibat belum tuntasnya persoalan air bersih dan sampah. Minimnya layanan dasar itu dikhawatirkan menurunkan kenyamanan wisatawan hingga membuat kawasan wisata tersebut perlahan ditinggalkan.
Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Lombok Utara HM Taufik menilai kualitas layanan dasar menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan wisatawan di tengah meningkatnya persaingan destinasi wisata.
Menurut dia, persoalan air bersih dan pengelolaan sampah yang tidak tertangani dengan baik tidak hanya berdampak pada pelaku usaha pariwisata, tetapi juga berpotensi memengaruhi perputaran ekonomi masyarakat lokal yang bergantung pada sektor wisata.
“Pariwisata sangat riskan ketika fasilitas penunjang belum terpenuhi. Jadi saya mendesak pemerintah Lombok Utara segera membenahi fasilitas penunjang pariwisata yang dibutuhkan,” ujar Taufik saat dihubungi, Senin (18/5/2026).
Legislator Partai Perindo ini mengungkapkan, persoalan paling mendesak saat ini adalah layanan air bersih di Gili Meno yang memicu keluhan para pelaku usaha.