Meiddy mengatakan kepada warga yang memperbaiki jalan itu bersamanya, sudah kewajibannya sebagai wakil rakyat merespons aspirasi untuk perbaikan jalan.“Kalau tidak diperbaiki bersama seperti ini, semua yang akan rugi karena akses ke kebun putus,” kata Meiddy.
Dia juga menjelaskan, peningkatan akses jalan perkebunan di Poyowa Besar bersatu ini sedianya sudah dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2020. Pembuatan jembatan di titik yang rusak parah tersebut juga sudah dianggarkan.
“Namun karena adanya pandemi Covid-19, anggarannya digeser untuk penanganan Covid-19. Tahun depan anggarannya masuk lagi dan perbaikan serta peningkatannya bisa dilakukan,” katanya.
Kepada warga terutama petani yang setiap hari melintas di jalan ini, Meiddy menitip pesan agar selalu berhati-hati. Sebab, jalan yang dibuat masih darurat. "Yang penting masih bisa digunakan bersama sementara waktu,” ujarnya.