Kepala BKN Sebut Negara Maju Miliki Birokrasi Modern dan Efektif

Antara
Plt Kepala BKN Bima Haria Wibisana (kedua kiri) berfoto bersama Gubernur Gorontalo Rusli Habibie (tengah) dan Wakil Walikota Gorontalo Ryan Kono pada Forum Komunikasi Kepegawaian se Provinsi Gorontalo di GPCC, Kota Gorontalo. (Foto: Antara/Diskominfo

"Indeks kompetitif kita di ASEAN berada di peringkat empat, di dunia berada di peringkat 50. Kita berada di peringkat 50 karena tertolong dengan sumber daya alam. Jika tidak mungkin kita terpuruk lagi," bebernya.

Beberapa faktor yang menyebabkan kompetensi SDM Indonesia menjadi rendah karena masih banyak pemerintah yang salah dalam memprioritaskan pengembangan SDM. Terlebih di masa pandemi yang mengharus anggaran dipotong untuk penanganan Covid-19.

"Kalau anggaran di kantor yang terpotong, apa yang kita lakukan? ini Diklat kan enggak perlu, kita potong saja diklatnya. Ini SPPD jangan itu penting sekali. Ini yang kita lakukan di rumah dan di kantor berbeda padahal kita mengatakan bahwa manusia aset yang paling penting dalam organisasi," tegasnya.

Menurutnya, penyederhanaan birokrasi melalui layanan digital saat ini merupakan hal paling mendesak. Dari 4.121.476 ASN di Indonesia, 1.559.695 ASN atau 38 persennya sebagai tenaga administrasi.

"Teknis 6 persen, administrasi 38 persen dan struktural 11 persen, jadi ada 55 persen. Kalau dilihat beban untuk menjadikan birokrasi berkualitas dunia ada di mana? Masalahnya yang administrasi ini kompetensinya sangat rendah. Kita tidak bisa berharap banyak kita melakukan reformasi dan perubahan," katanya.

Untuk mengatasi masalah tersebut, Bima mengajukan konsep triple distrupsios atau gangguan berlipat tiga. Semua ASN diharapkan siap dengan gangguan ini dalam adaptasi budaya kerja. 

Triple distrupsios yang dimaksud yakni era industri 4.0 yang mengharuskan digitalisasi kerja, bonus demografi dengan banyaknya kaum milenial serta pandemi Covid-19.

Editor : Cahya Sumirat
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Abdul Hayat Gani, dari Birokrasi ke Politik yang Melayani

57 tahun lalu

Terungkap! Pasien Terpapar Virus Super Flu Meninggal di Bandung Punya Komorbid

57 tahun lalu

10 Warga Jabar Terpapar Virus Super Flu, Terdeteksi sejak Agustus

57 tahun lalu

Korupsi Bilik Sterilisasi Covid-19 di Dairi, 2 Terdakwa Divonis 2 Tahun Penjara

57 tahun lalu

DPRD Badung Gelar Finalisasi Raker Pansus RPJMD 2025-2029

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal