MANADO, iNews.id - Merebaknya kembali penyakit yang diduga African Swine Fever (ASF) di beberapa wilayah Indonesia seperti Manokwari dan Berau, Kalimantan Timur patut diwaspadai. Terutama harus menjadi perhatian bagi peternakbabi di Sulawesi Utara (Sulut).
Pasalnya, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Tahun 2020 populasi babi Sulut menempati posisi ke empat terbanyak di tanah air yakni mencapai 400.000 ekor.
Seperti diketahui sebelumnya bahwa penyakit ASF pertama kali masuk ke Indonesia pada tahun 2019 melalui daerah Sumatera Utara, wabah tersebut dilaporkan menyebar ke daerah lain.
Walaupun tidak bersifat zoonosis atau menular ke manusia, namun virus tersebut sangat ganas karena dapat menyebabkan kematian hingga 100 persen pada babi. Sifat virusnya yang tahan terhadap lingkungan sehingga media penularnya juga banyak.
Selain melalui babi dan produk turunannya, virus ini dapat menular melalui pakan, alat transportasi, pekerja kandang, alat-alat pada kandang dan lain sebagainya.