Untuk penyiapan fasilitas, dimulai dengan dukungan pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) dengan mengajukan 10 hektare lahan untuk memadukan tahura dan keinginan BWS mempertahankan wilayah air agar terjaga dengan baik.
Mengingat sumber air yang ada, juga mengairi 6 ribu hektare lahan pertanian di wilayah Kabupaten Gorontalo dan Boalemo.
"Kami juga menyiapkan infrastruktur seperti jalan. Termasuk menyosialisasikan Tahura kepada pemerintah Provinsi Gorontalo, pemerintah Kabupaten Boalemo dan Gorontalo Utara. Mengingat kawasan hutan Nantu, juga ada di dua kabupaten tersebut," tuturnya.
Fungsinya, agar pengelolaan tahura akan mewujudkan kedekatan pemerintah daerah dengan masyarakat yang berdampak luas bagi keseimbangan alam dan kesejahteraan.
Apalagi tahura di Kecamatan Asparaga merupakan yang terluas di Indonesia dan dunia. Bahkan di China saja, luas tahura hanya mendekati 6.000 hektare.