Menurutnya, persoalan lokal dan global bisa dirasakan dengan terjadinya perubahan iklim yang berdampak pada bencana banjir, sedimentasi dan bentuk-bentuk kerusakan lingkungan lainnya.
"Sebenarnya kita punya potensi mengendalikan perubahan iklim tersebut, karena kita berada di iklim tropis," katanya.
Gorontalo berupaya terlibat secara bersama-sama ingin menciptakan ekologi dunia yang lebih baik. Apalagi Gorontalo punya taman nasional mencapai 3.100 hektare di dua wilayah yaitu Gorontalo dan Bolaang Mongodouw, Sulawesi Utara.
Sementara di kutub barat ada hutan Nantu seluas 52 ribu hektare dan areal penggunaan lain (APL) seluas 900 hektare untuk taman kelapa dunia.
Sehingga keberadaan tahura diharapkan segera terealisasi optimal dengan menyiapkan kelembagaan seperti membentuk unit pelaksana teknis daerah (UPTD), penyiapan fasilitas, juga sumber daya manusia.