"Ini (sebenarnya) terjadi begitu saja cuma karena aku berusaha lebih ke konten, aku bisa usaha kayak gini. Konten awalnya di TikTok, pernah juga ngonten tapi belum banyak yang nonton. Nah aku coba lagi dan lagi meski awalnya gagal, akhirnya viral dan bisa rekrut karyawan," ujar Nadine.
Saat merekrut karyawan, dia tak mewajibkan harus memiliki ijazah. Niatnya adalah membantu yang belum memiliki pekerjaan atau yang kena PHK, terutama orang-orang dekat.
Saat menjalani usaha, dia pun tak pernah putus asa. Ketika bisnisnya sepi, Nadine akan berusaha untuk membuat camilannya laku lagi, dengan rajin memasarkan sendiri lewat media sosial hingga pasang iklan atau endorse.
Di samping itu, dia selalu minta doa orang tuanya. Nadine juga tak lupa mengeluarkan sebagian penghasilannya untuk yang membutuhkan.
"Mama selalu ngusap kepala aku sambil ngedoain. Itu yang jadi kunci (sukses) ditambah berapa pun omzet yang aku dapat, aku keluarin zakat dan orang yang dapat zakat akan doain (aku) lagi," ujarnya.