"Ayah saya dulu pemabuk dan penjudi, sehingga utangnya banyak, ratusan juta. Setiap hari bertengkar sama ibu. Maka tahun 2010 itu mereka merantau. Ibu ke Manado sama adik dan ayah ke Papua. Saya sendirian di Surabaya," katanya di sebuah kanal Youtube.
Bukan tanpa alasan Delta memilih tetap bertahan di Surabaya. Sebab, dia punya mimpi bisa bekerja dan sukses, lalu melunasi semua utang orang tuanya. "Waktu itu saya sudah berpacaran dengan suami saya. Alhamdulillah suami memotivasi 100 persen. Kebetulan kami ini satu visi," katanya.
Berawal dari dagangan stiker sang pacar, Delta berpikir untuk ikut berbinis. "Saat itu Mas Tom (pacar) mendorong saya untuk buka online shop. Awalnya lewat FB (Facebook) dan BBM. Waktu itu jualan vlanel dan barang-barang second hand," katanya.
Di awal usaha itu, Delta mulai menemukan jalan. Hanya saja, sedikit lambat. Pasalnya, jenis produk yang dijual terbatas, sehingga tidak dipesan ulang. Selain itu barang sering kosong. "Akhirnya saya berpikir untuk jualan sepatu yang bisa dijual ecer. Alhamdulillah dari situ makin besar, yang order makin banyak, dan banyak yang jadi reseller," tuturnya.
Akhirnya di tahun ke empat, bisnis yang dibangun bersama sang pacar berkembang pesat. Saat itulah tiba saatnya berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Dia melunasi semua utang ayahnya dan memboyong ayah dan ibu dan adiknya dari perantauan ke Surabaya.