Dato Sri Tahir Pernah Makan Bakmi Pakai Nasi Sebelum Jadi Konglomerat Berharta Rp358 Triliun

Suparjo Ramalan
Sebelum jadi konglomerat berharta Rp358 triliun, Tahir pernah makan bakmi pakai nasi. (Foto: YouTube @gt.bodyshot)

Dia menjelaskan, hal itu pun membuat inferiority complex dalam dirinya. 

"Lalu kita bertumbuh, kita melihat sebagian orang luar menginjak orang tua saya, menekan atau menghina termasuk family sendiri dan itu memperberat inferiority complex mendarah di diri saya," katanya. 

Karena dibentuk dari proses hidup tersebut, Tahir pun selalu menghargai orang lain, terutama yang kesusahan. Dia juga tak bisa terima melihat jika ada orang miskin ditekan orang kaya. 

Dia merasa habitatnya adalah orang yang lemah. Dan meski dia disebut orang kaya, namun Tahir mengaku lebih nyaman bersama dengan orang miskin dan membantu mereka yang membutuhkan.

"Inferiority complex itu pelan-pelan hilang dengan kita lebih tua, lebih banyak membantu orang lain," ucapnya. 

Editor : Cahya Sumirat
Artikel Terkait
57 tahun lalu

10 Makanan Khas Kudus, Nomor 3 Dulu Hanya Dinikmati Konglomerat karena Mewah

57 tahun lalu

Mujianto Konglomerat asal Medan Kabur Usai Divonis 9 Tahun Penjara, Kini Buron

57 tahun lalu

Konglomerat Mujianto Terdakwa Korupsi dan Pencucian Uang Rp39,5 Miliar Divonis Bebas

57 tahun lalu

Bangun Kembali Ukraina, Konglomerat Rusia Rogoh Rp14 Triliun

57 tahun lalu

Wow, MA Putuskan PT Antam Harus Serahkan 1.136 Kg Emas Batangan ke Konglomerat Budi Said 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal