Pasien kemudian dilakukan dua kali tes swab pada 12-13 September 2020. Selang dua hari yakni 15 September 2020 keluar hasil positif terkonfirmasi Covid-19.
"Jadi sudah sejak tanggal 15, pasien ini terkonfirmasi positif Covid-19 dan dirawat sejak awal masuk sebagai status probable, tanggal 15 terkonfirmasi positif dan meninggal kemarin sekitar pukul 15.30 wita," kata dr Hanry.
Ketika pasien meninggal dunia, kata dia, pihak keluarga sudah diedukasi dan karena sudah diketahui pasien terkonfirmasi positif, keluarga menjawab tidak ada masalah dan mereka menerima, tidak ada penolakan.
"Keluarga menerima untuk pemakaman protokol covid, karena memang keluarga sudah tahu bahwa ini positif," ujar dr Hanry.
Jenazah kemudian dibawa ke lokasi pemakaman dengan menggunakan ambulans dan dikawal oleh aparat keamanan. Tapi ternyata di lokasi terjadi hal yang tidak diharapkan di mana sopir ambulans mengalami kekerasan dan mobil jenazah dirusak.
"Sopir kami mengalami cedera kemarin dan sudah mendapat perawatan di ruang IGD kami dalam kondisi dilaporkan baik tetapi mengalami luka-luka," katanya.