"Nah yang paling berisiko adalah kadang-kadang masyarakat bilang begini, ya sudah kita pakai saja tidak apa-apa kan, yang penting tetap kinclong gitu ya, mukanya tetap halus, dan lembab gitu," katanya menambahkan.
Hanya saja menurut dia, ternyata produk yang dipasarkan tersebut mengandung bahan kimia berbahaya jenis Merkuri.
"Kalau hidrokuinon enggak apa-apa masuknya, paling kita seperti udang rebus, jadi merah kalau kita gunakan," ujarnya.
Tapi kalau Merkuri, menurut dia, beda lagi karena tidak enggak dikeluarkan atau tidak diekskresi bahasa kesehatan ya.
"Merkuri itu menumpuk di tubuh kita, di darah itu nanti dia menjadi karsinogenik menjadi kanker ke mana-mana enggak selalu kanker kulit," jelasnya.