Dari analisis streamline ketinggian 3000 kaki pada tanggal 16 Januari 2021 jam 00 UTC menunjukkan bahwa terdapat pusat tekanan rendah (1003 hPa) di Australia bagian Utara.
Adanya gangguan cuaca tersebut menyebabkan terbentuknya daerah konvergensi di sepanjang wilayah Laut Sulawesi bagian Utara.
Fenomena sinoptik tersebut menyebabkan pertumbuhan awan konvektif sangat intens di seluruh wilayah Sulawesi Utara, sehingga mengakibatkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai kilat/petir dan angin kencang dalam durasi waktu yang lama.
Sementara kelembaban udara (RH) relatif untuk wilayah Sulawesi Utara dari analisis BMKG tanggal 16 Januari 2021 jam 00 UTC, menunjukkan RH untuk lapisan bawah (850 mb – 500 mb) angka > 90 persen.
Hal tersebut menunjukkan udara di atas wilayah Sulawesi Utara relatif sangat lembab sehingga mendukung pembentukan awan hujan yang cukup signifikan di wilayah tersebut.
Sedangkan, analisis citra satelit produk Himawari-8 EH (enhanced) pukul 06.00 UTC - 11.00 UTC menunjukkan warna putih hingga merah, hal tersebut menunjukkan bahwa suhu puncak awan yang sangat dingin sehingga pertumbuhan awan konvektif atau awan Cumulonimbus penyebab hujan lebat semakin besar.