Banjir-Longsor di Manado, Ini Analisa BMKG

Antara
Tim SAR saat melakukan evakuasi terhdap korban longsor di Perkamil, Manado. (Foto: Dok.SAR)

MANADO, iNews.id - Koordinator Operasional Stasiun Meteorologi (BMKG) Sam Ratulangi Manado, Ben Arther Molle mengatakan bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di wilayah Kota Manado secara umum disebabkan oleh pusat tekanan rendah di wilayah Australia bagian utara. Dampak tekanan rendah tersebut  menyebabkan terjadinya konvergensi.

"Hal ini memicu terbentuknya awan-awan hujan yang aktif di seluruh wilayah Sulawesi Utara," kata  Ben Arther di Manado, Sabtu (16/1/2021). 

Kejadian hujan lebat tersebut juga dapat dilihat dari kelembaban udara yang relatif lembab dan citra satelit yang menunjukkan terbentuknya awan-awan konvektif potensi terjadi hujan intensitas sedang–lebat dengan durasi lama.

“Inilah yang menyebabkan kondisi tanah yang semakin jenuh sehingga terjadi banjir dan tanah longsor,” ujarnya. 

Ben menjelaskan, berdasarkan data BMKG yang ditunjang data input prakiraan cuaca Stasiun Meteorologi Klas II Sam Ratulangi Manado, kondisi cuaca di wilayah Sulawesi Utara masih diliputi awan-awan konvektif untuk beberapa hari ke depan.

Editor : Cahya Sumirat
Artikel Terkait
12 jam lalu

Gempa Hari Ini Guncang Pangandaran, Cek Magnitudo dan Pusatnya

2 hari lalu

Gempa Hari Ini Guncang Lumajang, Cek Magnitudo dan Pusatnya!

2 hari lalu

Agam Mencekam! Banjir Rendam Ratusan Rumah, Ratusan Warga Dievakuasi

3 hari lalu

Gempa Magnitudo 3,6 Guncang Lumajang Jatim, BMKG: Berpusat di Laut

3 hari lalu

Gempa Terkini Magnitudo 4,8 Guncang Pasaman Barat Sumbar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal