"Oleh karena itu, tempat yang dianggap aman seperti institusi pendidikan menjadi pilihan untuk melakukan praktik percetakan uang palsu tersebut," ucapnya.
Dia menuturkan, kasus ini telah mencoreng dunia pendidikan. Wajar, kata dia jika kalangan akademisi terkaget-kaget atas terkuaknya bisnis haram di lingkungan UIN Alauddin Makassar.
"Intinya, memalukan," kata Direktur Eksekutif Survei dan Polling Indonesia ini.