Weekend Story: Kampus Islam Jadi Pabrik Duit Haram, Kok Bisa?
Penyidikan mendalam harus dilakukan untuk mengungkap jaringan pelaku di balik peredaran uang palsu ini. Kasus peredaran uang palsu di UIN Alauddin Makassar merupakan cerminan dari masalah serius yang memerlukan perhatian dan tindakan tegas agar kepercayaan masyarakat terhadap sistem keuangan tetap terjaga dan ekonomi negara tetap stabil.
Pengamat politik dari Universitas Jayabaya, Igor Dirgantara menilai uang palsu menjadi bisnis yang menggiurkan karena ada permintaan yang tinggi. Ada beberapa fakor yang menyebabkan orang memilih bisnis ilegal ini.
"Penyebabnya bisa karena lilitan utang, kemiskinan atau budaya jalan pintas untuk bisa hidup senang dari masyarakat bawah," ujar Igor dalam perbincangan dengan iNews.id.
Menurutnya, uang palsu dicetak biasanya marak ketika putaran uang meningkat. Misalnya, kata dia pada hari raya, menjelang tahun baru atau saat pilkada berlangsung.
Padahal, lanjut dia risiko bisnis terlarang ini sangat tinggi, jika tertangkap tangan hukuman maksimalnya seumur hidup. Dapat dipahami, jika para pelaku mencari tempat yang dianggap aman dalam melancarkan bisnis ilegal tersebut.