Weekend Story: Kampus Islam Jadi Pabrik Duit Haram, Kok Bisa?

Kurnia Illahi
Weekend Story: Kampus Islam Jadi Pabrik Duit Haram, Kok Bisa?. (Foto: iNews.id).

Penyidikan mendalam harus dilakukan untuk mengungkap jaringan pelaku di balik peredaran uang palsu ini. Kasus peredaran uang palsu di UIN Alauddin Makassar merupakan cerminan dari masalah serius yang memerlukan perhatian dan tindakan tegas agar kepercayaan masyarakat terhadap sistem keuangan tetap terjaga dan ekonomi negara tetap stabil.

Uang Palsu Bisnis Menggiurkan 

Pengamat politik dari Universitas Jayabaya, Igor Dirgantara menilai uang palsu menjadi bisnis yang menggiurkan karena ada permintaan yang tinggi. Ada beberapa fakor yang menyebabkan orang memilih bisnis ilegal ini.

"Penyebabnya bisa karena lilitan utang, kemiskinan atau budaya jalan pintas untuk bisa hidup senang dari masyarakat bawah," ujar Igor dalam perbincangan dengan iNews.id.

Menurutnya, uang palsu dicetak biasanya marak ketika putaran uang meningkat. Misalnya, kata dia pada hari raya, menjelang tahun baru atau saat pilkada berlangsung.

Padahal, lanjut dia risiko bisnis terlarang ini sangat tinggi, jika tertangkap tangan hukuman maksimalnya seumur hidup. Dapat dipahami, jika para pelaku mencari tempat yang dianggap aman dalam melancarkan bisnis ilegal tersebut.

Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Duh! Perempuan Paruh Baya di Tuban Belanja Pakai Uang Palsu di Pasar, Nyaris Diamuk Massa

57 tahun lalu

Akal Licik Terbongkar, Pria di Jember Nekat Beli Motorsport Rp26 Juta Pakai Uang Mainan

57 tahun lalu

Bareskrim Bongkar Sindikat Pengedar Uang Palsu Dolar AS di Banten, 5 Orang Ditangkap

57 tahun lalu

Viral Remaja di Jember Edarkan Uang Palsu, Modus Suruh Anak Kecil Belanja di Warung

57 tahun lalu

Bareskrim Bongkar Sindikat Uang Palsu di Purwakarta jelang Lebaran, 4 Pelaku Ditangkap

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal