Dia mengatakan, dari 200 juta lebih kapasitas tampungan air Cekdam Bili-Bili, saat ini hanya menampung 70 juta meter kubik air. Jadi, masih jauh dari batas normal debit air.
"Bahkan pembangkit listrik tenaga air tidak bergerak, karena kebutuhan airnya berkurang," ujarnya.
BACA JUGA: Akibat Gelombang Tinggi, Kawasan Wisata Tope Jawa di Takalar Sepi Pengunjung
Menurutnya, tinggal bagaimana sekarang masyarakat yang ada di hulu betul-betul menjaga kelestarian hutan yang ada. Dia berharap, upaya konservasi semakin digiatkan.
"Supaya penutupan lahan kita capai penutup lahan yang normal. Sekali lagi saya tegaskan bahwa Cekdam Bili-Bili ini bahkan kekurangan air, bukan berada di ambang batas," ujarnya.