"Korban merasa jawaban dari pelaku tidak memuaskan," katanya.
Saat didatangi korban, pelaku baru saja berpesta minuman keras (miras) tradisional. Dia dapat menangkis serangan korban kemudian merebut parangya.
"Pelaku kemudian menebas korban beberapa kali hingga luka parah dan akhirnya meninggal," ujap Kapolrestabes.
Melihat korban tewas, MG panik. Dia kemudian berupaya menghilangkan jejak dengan membawa jenazah korban ke kali di bawah jembatan.
"Lalu jasad korban ditimbun menggunakan material berat berup bebatuan," ucapnya.
Pada hari yang sama, jasad korban ditemukan keluarga. Mereka lalu melaporkan kejadian itu Polsek Manggala. Petugas yang mendapat informasi bergegas melakukan penyelidikan dengan membentuk tim gabungan Polsek Manggala, Jatanras dan Inafis Polrestabes Makassar serta Dokpol Polda Sulsel. Pelaku lalu ditangkap beserta barang bukti sebilah parang.