"Seandainya dibatalkan, apa tanggapan mereka dan segala macam resiko itu ada. Sementara para jamaah sudah berdatangan, ribuan orang," ujar dia.
Mengenai pertemuan tersebut juga menghadirkan warga negara asing, Kapolda membenarkan, hanya dari infomasi yang diterima, mereka datang ke Indonesia jauh sebelum wabah korona merebak.
"Ada warga negara asing. Dan itu sudah datang di Indonesia, sebelum isu korona ada, mereka sudah ada. Itukan jamaah tablig, mereka berpidah-pindah tempat di masjid, sambil menunggu pembukaan acara besok," ujarnya.
Selain itu, pengawasan dan pemeriksaan kesehatan ketat wajib diberikan, mengingat sehabis pertemuan itu, siapa yang tahu dua tiga hari kedepan, setelah para jamaah bubar, mereka langsung ke masjid-masjid yang menjadi tempat persinggahannya.
Soal WNA yang ikut dalam pertemuan akbar itu, perwira tinggi Polri ini menegaskan, diberikan tempat khusus dan tidak dicampur dengan warga Indonesia, sebagai bagian dari pencegahan dini.