Bagian atas atau Rakkeang digunakan untuk menaruh barang berharga seperti hasil bumi, perhiasan, kemudian untuk ruangan atau kamar anak gadis, serta untuk menaruh hewan peliharaan seperti kucing. Di bagian tengah atau alle bola digunakan sebagai ruangan untuk perjamuan, penyimpanan barang pusaka dan juga untuk ruangan raja dan permaisuri.
Di bagian bawah rumah atau sullu digunakan sebagai tempat menaruh peralatan berladang dan juga alat untuk melaut. Juga untuk menaruh berbagai kendaraan yang digunakan oleh suku Luwu.
5. Rumah Adat Boyang
Selanjutnya ada Boyang rumah adat dari Suku Mandar. Dulu Mandar adalah bagian dari Sulawesi Selatan namun sekarang sudah menjadi bagian dari Sulawesi Barat.
Bentuk rumah adat yang satu ini adalah berbentuk rumah panggung, dan terdapat dua tangga yang terletak di bagian depan dan belakang rumah. Jumlahnya juga harus ganjil, antara 7 hingga 13 anakan tangga. Yang unik dari rumah ini adalah tiang penyanganya hanya ditumpangkan disebuah batu datar agar mencegah kayu tidak lapuk.
Boyang juga memiliki dua jenis rumah yang dinamakan Adaq dan Beasa. Adaq merupakan tempat tinggal bagi para bangsawan, sedangkan Beasa diperuntukkan untuk masyarakat biasa.