Bagian atas Balla Lompoa ini merupakan atap atau masyarakat setempat memberi nama pammakang yang berfungsi sebagai plafon atau loteng yang mana untuk melindungi rumah dari sinar matahari dan menampung tampiasan air hujan, agar tidak masuk ke dalam rumah.
Bagian tengah rumah adat Balla Lompoa disebut dengan kale balla yang berfungsi sebagai badan rumah , untuk tempat tidur, berkumpul dan bermusyawarah, makan dan lain sebagainya.
Bagian bawah rumah atau passiringang berfungsi untuk menaruh kendaraan atau bagasi. Dan ketiga bagian rumah adat tersebut menunjukkan falsafah hidup suku Makassar yakni Sulapa Appa.
Sulapa appa ini memiliki pandangan bahwa alam semesta secara horizontal bersegi empat yang direfleksikan pada struktur bangunan yang ada pada rumah adat Balla Lompoa ini.
Secara vertikal konsep arsitektur tradisional Makassar memiliki pandangan bahwa alam terdiri dari tiga bagian yaitu atas, tengah, dan bawah. Falsafah ini direfleksikan dalam bentuk rumah tradisional yang terdiri atas ulu balla, kale balla, dan passiringan , yang mana mereka memiliki fungsi masing-masing sesuai dengan letak dari bagian mereka pada rumah adat.