Dalam pertimbangan hukum Majelis Hakim, Heneng mengatakan bahwa tuduhan Jaksa Penuntut Umum sesuai pasal 360 KUHP Juncto Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang praktik kedokteran tidak dapat dibuktikan.
"Menyatakan perbuatan terdakwa tidak dapat dibuktikan, sehingga terdakwa dinyatakan bebas dari segala tuntutan hukum," kata Majelis Hakim Heneng dalam pembacaan amar putusannya, Rabu (01/07/2020), kemarin.
Menanggapi vonis bebas tersebut JPU Ridwan Sahputra mengaku akan melakukan upaya hukum lanjutan berupa kasasi ke Pangadilan Tinggi (PT) Makassar.
"Sepertinya upaya hukum lanjutan akan kita tempuh. Apalagi kita ketahui dari praktik medisnya (suntik filler), terdakwa sudah membuat seseorang menjadi cacat. Tapi untuk sementara kita akan pikir-pikir dulu," ujar dia.