Pasangan DIAmi Dibatalkan, Refly: Itu Mencederai Prinsip Demokrasi

Muhammad Saiful Hadi
Pakar hukum tata negara Refly Harun. (Foto: Sindonews)

JAKARTA, iNews.id – Putusan PT TUN Makassar yang dikuatkan Mahkamah Agung (MA) tentang pembatalan keputusan KPU Makassar terkait penetapan pasangan calon wali kota dan wakil wali kota, Mohammad Ramdhan Pomanto dan Indira Mulyasari (DIAmi), dinilai tidak adil.

Putusan itu mencederai prinsip-prinsip berdemokrasi. Demokrasi seharusnya membuka pintu selebar-lebarnya bagi mereka yang ingin bertarung. Baru kemudian, setelah pintu dibuka, prosedurnya yang harus ketat.

"Kalau ini terlihat seperti ada sebuah skenario untuk menjegal calon tertentu dan kemudian membuat calon lainnya melenggang karena kemudian tidak ada lagi lawan,” ujar pakar hukum tata negara, Refly Harun di Jakarta, Kamis (26/4/2018).

MA, Senin (23/4/2018) lalu menolak permohonan kasasi yang diajukan KPU Makassar atas putusan PT TUN Makassar. Sebelumnya, PT TUN Makassar mengabulkan gugatan pasangan Munafri Arifuddin-A Rachmatika Dewi (Appi-Cicu) yang meminta pembatalan keputusan KPU Makassar terkait penetapan pasangan DIAmi.

Refly Harun berpandangan, kalau mengacu prosedur hukum biasa, polemik masalah ini sudah selesai. Namun, menurutnya, kalau bicara hukum, seharusnya juga mempertimbangkan aspek keadilan.

Editor : Azhar Azis
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Danny Pomanto Terima Kunjungan Kehormatan Yonmarhanlan VI Makassar

57 tahun lalu

PDIP Usung Danny Pomanto di Pilgub Sulsel, Andi Sudirman Batal Lawan Kotak Kosong

57 tahun lalu

Danny Pomanto Kantongi Surat Tugas dari PDIP, Siap Maju Pilgub Sulsel 2024

57 tahun lalu

Kecewa Sikap Pratikno dan Ari Dwipayana, Mahasiswa Fisipol UGM: Keduanya sebagai Perusak Demokrasi 

57 tahun lalu

Civitas Akademika Universitas Brawijaya Malang Kritik Pemerintah Era Jokowi, Soroti Terancamnya Demokrasi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal