"Teror ini melalui video call. Saat telepon ini diterima, pelaku memamerkan alat vitalnya, dan ada beberapa ajakan-ajakan berbuat asusila," ujar dia.
Tiga orang yang melapor ini, kata dia, sudah mendapat pendampingan LBH untuk melapor ke polisi. Kasus ini harus diusut tuntas, mengingat korbannya mencapai belasan orang.
Sebelumnya sejumlah mahasiswi UIN Alauddin Makassar mengaku menjadi korban teror video call cabul. Pelaku tidak dikenali, karena hanya menampilkan alat vitalnya saat berkomunikasi lewat video.