"Tolong dibantu. Bantu pemerintah. Sudah banyaj yang meninggal. Kami kerja siang malam untuk masyarakat. Kami cinta masyarakat. Biar kalian sehat semuanya dan tidak terkontaminasi corona. Sudah ratusan orang di Kalimantan Barat (Orang Dalam Pemantauan)," katanya.
Mendengar imbauan dari Kapolres Kubu Raya, pengunjung tampak tak mengindahkan dan malah tertawa. Kapolres pun berang. Bahkan, dia mengaku rela bersujud di depan pengunjung warkop dan kafe jika itu harus dilakukan. Yang terpenting agar masyarakat mau meninggalkan tempat tongkrongan itu.
"Tolong. Saya mohon. Kalau boleh besujud di sini, di hadapan kalian, saya lakukan. Kalau saya boleh mohon, saya mohon bersujud di hadapan kalian, kalau kalian tidak mengindahkan atensi dari pemerintah. Ini bukan main-main," kata Yani.
Meski demikian, Kapolres Kubu Raya tak melarang jika ada masyarakat yang ingin membeli minuman dan makanan di warkop atau kafe. Namun, makanan dan minuman harus dibawa pulang, tidak dikonsumsi di tempat.
"Silakan pulang. Kalau mau beli makanan minuman, silakan. Saya tidak melarang. Tolong gunakan smartphone dengan baik. Percuma punya smartphone yang bagus, tapi tidak baca informasi yang benar. Ayo pulang, jangan ketawa. Ini tidak main-main,” katanya kepada pengunjung.