Kendati ada Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur tentang perlindungan bagi nelayan, namun fakta di lapangan tidak sesuai implementasi. Keterbatasan solar tersebut sangat dirasakan nelayan saat ini, hingga turut mempengaruhi hasil tangkapan mereka.
Hal senada disampaikan, Ketua HNSI Kota Makassar, HM Arsyad H Bua. Keterbatasan solar sangat berdampak bagi nelayan dan di saat yang sama membutuhkan penghasilan untuk menyambung hidup.
"Data kapal nelayan kecil di Makasar itu 1.000 perahu Katinting (kapal kecil) menggunakan BBM bersubsidi belum kapal lain. Tapi kini sulit didapat. Yang ada hanya BBM non subsidi. Kita berharap pemerintah segera menyelesaikan masalah ini," tuturnya.