"Di situ kami dipaksa minum miras. Kalau tidak mau kami disiksa," katanya.
Menurutnya, para senior dan alumni melakukan kekerasan dengan menampar dan memukul secara berulang-ulang.
"Kami dipukul dan ditampar kalau tidak mau minum minuman beralkohol yang diberikan," ucapnya.
Aksi itu pun diketahui para panitia sehingga belasan mahasiswa baru itu diantar pulang ke rumahnya masing-masing. Namun, salah satu orang tua korban tidak menerima kejadian tersebut dan membawa anaknya ke Polsek Rappocini untuk membuat laporan polisi.